Vampir Facial dan Hubungannya dengan Penyakit HIV dan Hepatitis
Gaya Hidup Sehat

Vampir Facial dan Hubungannya dengan Penyakit HIV dan Hepatitis

Vampir Facial, Penyakit HIV dan Hepatitis

Beauty is Pain. Semenjak artis ternama Kim Kardashian West mengunggah fotonya saat melakukan “Vampir Facial” dalam Instagram pribadinya, sontak teknik perawatan wajah tersebut menjadi booming dan menuai kontroversi. Menurut Kim dalam blog pribadinya, dirinya menyesal telah melakukan perawatan berdarah tersebut karena dirasa “kasar” dan “menyakitkan”.

Vampir Facial atau yang dikenal dengan platelet-rich plasma (PRP) facial  merupakan suatu jenis perawatan wajah yang menggunakan darah dan jarum kecil untuk memperbaiki warna dan tekstur kulit. Secara singkat vampire facial dilakukan dengan cara mengambil darah dari pasien, kemudian darah tersebut diproses di dalam centrifuge untuk mengekstrak PRP. Lalu PRP tersebut disuntikan atau dioleskan pada permukaan wajah pasien.

Baca : 5 Tumbuhan Ini Dipercaya Dapat Membasmi Virus HIV

Bagaimana Vampir Facial Dapat Memperbaiki Warna dan Tekstur Kulit ?

Darah diproses di dalam centrifuge untuk mengekstrak plasma yang mengandung trombosit dan faktor pertumbuhan. Trombosit dan faktor pertumbuhan yang tersuspensi dalam plasma darah tersebut digunakan untuk memicu respon penyembuhan dan peremajaan kulit.

Menurut Dr Darren McKeown, seorang pakar kecantikan di Inggris, ketika trombosit disuntikan ke wajah, tubuh kita akan memberikan respon penyembuhan karena mengira telah terjadi cedera. Lalu faktor pertumbuhan yang terkandung dalam plasma darah tersebut digunakan untuk membantu pembentukan kolagen baru.

Menurut Joshua Zeichner, direktur penelitian klinis dan kosmetik di bidang dermatologi di Mount Sinai Hospital, New York City, perawatan wajah tersebut dapat memperbaiki warna, tekstur kulit, menghaluskan garis-garis halus, dan kerusakan akibat sinar matahari dan bahkan meningkatkan pertumbuhan rambut, Selain itu, teknik ini juga diklaim dapat memperindah alis atau bahkan payudara. Meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan teknik facial tersebut efektif, namun terdapat penelitian lainnya yang telah menunjukkannya bahwa “vampire facial” tersebut tidak memiliki efek apa pun.

Baca : “Gunting Molekuler” Sukses Lenyapkan HIV AIDS”

Vampir Facial dan Resiko Terkena HIV dan Hepatitis

Prosedur yang digunakan pada vampire facial melibatkan dua proses yaitu  proses penusukkan kulit wajah menggunakan jarum kecil atau micro-needling dan proses microdermabrasi. Microdermabrasi yaitu proses mengangkat lapisan kulit terluar, plasma darah  yang kaya akan trombosit dan faktor pertumbuhan dioleskan pada permukann kulit wajah.

Kedua prosedur tersebut berpotensi menularkan penyakit seperti HIV dan hepatitis yang kemungkinan terbawa melalui darah atau jarum yang tidak steril. Seperti yang telah diketahaui bahwa HIV dan hepatitis dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh, termasuk darah. Menurut Dr. Michael Landen, Epidemiologis Negara Bagian New Mexico di Departemen Kesehatan New Mexico penularan penyakit HIV dan hepatitis dapat disebabkan karena penyimpanan, penanganan, dan pembuangan jarum yang tidak tepat.

Salah satu spa yang menyediakan layanan tersebut adalah sebuah spa di Albuquerque, New Mexico, yang menawarkan vampire facial. Menurut pernyataan dari Departemen Kesehatan New Mexico, perawatan wajah tersebut dapat membahayakan pasien karena dapat menyebabkan pasien tertular penyakit yang terbawa lewat darah.

Salah satu klien spa tersebut terjangkit penyakit yang tertular melalui darah, kemungkinan berasal dari prosedur vampire facial yang dilakukan di sana. Akhirnya, setelah kejadian tersebut petugas kesehatan setempat melakukan pemeriksaan fasilitas.

 

Sumber: www.livescience.com

 

Banner