Suplemen Vitamin A Dapat Membahayakan Kesehatan Tulang ?
Kesehatan

Suplemen Vitamin A Dapat Membahayakan Kesehatan Tulang ?

Suplemen Vitamin A Dapat Membahayakan Kesehatan Tulang ?

Vitamin A adalah nutrisi penting yang mendukung perkembangan tubuh dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sejumlah orang memilih untuk mengonsumsi suplemen vitamin A karena tubuh kita tidak menghasilkan vitamin A secara alami.  Namun demikian, ternyata terlalu banyak mengonsumsi vitamin A dapat membahayakan kesehatan tulang.

Pada umumnya, vitamin A dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan seperti wortel, ubi jalar, hati sapi, salmon, dan beberapa produk susu. Konsumsi makan dengan gizi seimbang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan vitamin A harian.

Seberapa banyak vitamin A yang dibutuhkan oleh seseorang tergantung pada usia, serta faktor-faktor lainnya. National Institutes of Health (NIH) menyatakan bahwa asupan harian ideal vitamin A adalah 900 mikrogram aktivitas setara retinol (mcg RAE) untuk pria. Sedangkan kebutuhan vitamin A untuk wanita sebanyak 700 mcg RAE dengan usia 19–50. Sebagai contoh, setengah cangkir wortel mentah mengandung sekitar 573 mcg RAE, dan 3 ons daging sapi yang digoreng mengandung 6.513 mcg RAE.

Meskipun kita dapat memperoleh cukup banyak vitamin A dari makanan yang kita konsumsi, sejumlah orang memilih untuk meningkatkan asupan vitamin A mereka dengan mengonsumsi suplemen. Sayangnya, banyak orang yang belum mengetahui bahwa kelebihan asupan vitamin dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami patah tulang. Hal tersebut berhasil diungkapkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Akademi Sahlgrenska di Universitas Gothenburg di Swedia.

Hasil penelitian yang telah dipublikasi Journal of Endocrinology menunjukkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi vitamin A dapat membuat tulang “menipis”. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena patah tulang dengan mudah.

Baca : Penelitian Ungkap Suplemen Vitamin dan Mineral Tidak Memberikan Manfaat Kesehatan !

Dampak terlalu Banyak Konsumsi Vitamin A

Pada penelitian sebelumnya, peneliti menguji efek jangka pendek konsumsi vitamin A dengan dosis tinggi pada tikus. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa hewan pengerat yang mengkonsumsi vitamin A setara dengan 13-142 kali jumlah harian vitamin A yang direkomendasikan untuk manusia memiliki kesehatan tulang yang lebih buruk. Selain itu, peneliti juga menemukan adanya peningkatan risiko patah tulang setelah konsumsi selama 1 sampai 2 minggu.

Berbeda dengan penelitian sebelumnya, pada penelitian ini tim menguji kelebihan vitamin A dalam kondisi yang lebih mirip dengan dosis seseorang saat mengonsumsi suplemen dalam jangka waktu yang lama. Pada penelitian ini, Dr. Ulf Lerner dan timnya memberikan dosis vitamin A yang lebih rendah yaitu setara dengan 4,5–13 kali asupan harian yang direkomendasikan untuk manusia  untuk 1, 4, dan 10 minggu.

Para ilmuwan melihat bahwa setelah hanya 8 hari kelebihan asupan vitamin A, ketebalan tulang tikus mulai berkurang. Lebih dari 10 minggu, tulang-tulang tikus menjadi semakin rapuh dan rentan patah.

Pada penelitian yang terbaru peneliti berhasil mengungkapkan bahwa konsentrasi vitamin A yang jauh lebih rendah, kisaran yang lebih relevan untuk manusia, masih menurunkan ketebalan dan kekuatan tulang hewan pengerat. Lebih lanjut, menurut Dr Ulf Lerner, diperlukan lebih banyak penelitian untuk menyelidiki efek dari konsumsi vitamin A. Beliau mengatakan bahwa mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang cukup untuk menenuhi kebutuhan vitamin A tubuh.

 

Sumber : www.medicalnewstoday.com

Baca Juga :

Banyak Vitamin yang Tidak Berguna, Benar ‘kah?

10 Makanan Sumber Vitamin C Yang Gak Kamu Sangka

Kurang Vitamin D Tingkatkan Risiko Terserang Asma

Banner