Kesehatan

Stop Penggunaan Cotton Bud Sekarang Juga, Ini Alasannya

Cotton Bud

Selama ini kita sudah terbiasa menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga. Namun ternyata penggunaan cotton bud ini justru menimbulkan efek yang berbahaya bagi kesehatan telinga yang perlu kita waspadai.

Kalau kamu termasuk salah satu orang yang sering menggunakan cotton bud untuk membersihkan telingamu, artikel ini akan membahas beberapa alasan mengapa kamu sebaiknya berhenti sekarang juga.

Telinga Ternyata dapat Bersih dengan Sendirinya

Kotoran telinga yang dapat disebut juga sebagai serumen berfungsi sebagai pelindung telinga dari masuknya hewan serta berfungsi sebagai antibakteri. Serumen yang diproduksi setiap hari oleh kelenjar seruminosa ini ternyata dapat dikeluarkan dari telinga dengan sendirinya. Penyebabnya adalah karena  liang telinga kita sudah secara alami didesain untuk membersihkan serumen.

Baca : 5 Fakta Menarik Tentang Darah

Pada kondisi normal,  serumen dapat dikeluarkan secara alami dari telinga oleh gerakan-gerakan yang dilakukan oleh rahang seperti pada saat mengunyah. Serumen juga dapat keluar karena pertumbuhan kulit di dalam telinga mengarah keluar sehingga dapat mendorong sisa serumen.

Stop Penggunaan Cotton Bud Sekarang Juga, Ini Alasannya

Mengapa Cotton Bud Berbahaya untuk Digunakan?

Cotton bud yang dimasukkan ke dalam lubang telinga beresiko mendorong serumen yang sebenarnya dapat keluar secara alami masuk lagi ke dalam. Serumen yang didorong masuk kedalam dapat menumpuk sehingga menyebabkan penyumbatan telinga. Ditambah lagi, penggunaan cotton bud juga memiliki beberapa resiko lain seperti timbulnya luka bila didorong berlebihan atau kapasnya lepas dan tertinggal di dalam.

Stop Penggunaan Cotton Bud Sekarang Juga, Ini Alasannya

Bahaya Penyumbatan dalam Telinga

Penyumbatan serumen atau impaksi serumen biasanya ditandai oleh rasa penuh atau tertekan dalam telinga, rasa sakit, kesulitan dalam mendengar, berdengung, gatal, bau, atau pusing. Selain karena penggunaan cotton bud, impaksi serumen juga biasanya terjadi pada mereka yang menggunakan alat bantu dengar atau menggunakan ear plugs, lansia, serta mereka dengan bentuk anatomi liang telinga yang sedikit berbeda.

Baca : Jangan Lagi Gunakan Tisu Pada Dudukan Toilet

Impaksi serumen sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut karena dapat menyebabkan kesulitan mendengar semakin parah serta iritasi telinga. Penumpukkan serumen juga dapat menutupi saluran telinga sehingga dapat menyulitkan proses diagnosa.

Cara Membersihkan Telinga dan Mengatasi Penyumbatan

Serumen berlebih dapat dibersihkan dengan beberapa cara yang dapat dilakukan sendiri di rumah atau oleh dokter spesialis THT seperti berikut:

  • Membersihkan bagian luar telinga dengan cara menyeka menggunakan kain bersih.

Bagian yang boleh dibersihkan sendiri hanyalah bagian luar telinga. Penggunaan cotton bud atau alat lain yang dimasukkan ke dalam telinga sangat tidak dianjurkan dan berbahaya.

  • Meneteskan larutan serumenolitik yang dapat melunakkan serumen.

Penggunaan obat tetes serumenolitik dapat dilakukan sendiri di rumah namun tetap harus atas izin dokter. Beberapa orang  dapat mengalami iritasi telinga akibat hidrogen peroksida yang terkandung pada obat tetes sehingga perlu konsultasi dengan dokter sebelum digunakan.

  • Membersihkan dengan teknik irigasi telinga

Biasanya teknik ini dilakukan setelah serumen dilunakkan dengan larutan serumenolitik. Teknik ini dilakukan dengan cara menyemprotkan air atau larutan garam dengan ear syringe ke dalam telinga.

Stop Penggunaan Cotton Bud Sekarang Juga, Ini Alasannya

  • Membersihkan secara manual dengan alat khusus

Proses ini dilakukan oleh petugas medis atau dokter spesialis THT. Proses ini menggunakan alat khusus seperti alat penghisap (suction device), pengait, atau sendok serumen.

Baca Juga :

Rahasia Warna Hitam-Putih Pada Tubuh Panda
Rawat Benda Kesayanganmu Dengan Memanfaatkan Susu!
Tahukah Anda?? Tingkat Intelektual Anak Diturunkan Dari Gen Seorang Ibu