Perbedaan Gelas Ukur dan Gelas Kimia

Perbedaan Gelas Ukur dan Gelas Kimia

Gelas ukur dan gelas kimia adalah alat gelas yang biasa digunakan di laboratorium. Beberapa orang kadang keliru dalam pemakaian dari dua alat gelas ini. Padahal, gelas ukur dan gelas kimia berbeda. Meskipun sama-sama alat gelas, namun alat gelas kimia diklasifikasikan menjadi tiga jenis berdasarkan fungsinya di laboratorium yaitu sebagai alat tampung, alat ukur dan alat pendukung. Untuk memperjelas perbedaan gelas ukur dan gelas kimia, ada baiknya kita simak bersama tulisan ini.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya tentang pembagian alat gelas berdasarkan fungsinya dan sesuai dengan namanya. Berbeda dengan gelas kimia, gelas ukur berfungsi sebagai alat ukur. Gelas ukur adalah suatu alat gelas yang berfungsi untuk mengukur suatu larutan. Gelas ukur mempunyai beberapa ukuran yang bervariasi mulai dari 2 ml hingga 2000 ml.

Baca : Alat Gelas Kimia dan Fungsinya di Laboratorium

Perbedaan Gelas Ukur dan Gelas Kimia

Ketelitian dalam menggunakan alat ukur berupa gelas ukur ini terbilang rendah dan biasa digunakan untuk analisa kualitatif. Cara menggunakan gelas ukur terbilang mudah, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengukuran dengan alat ini, seperti:

1. Untuk mengukur volume larutan yang tidak berwarna, Anda harus memperhatikan batas meniskus cekung bagian bawah. Gelas ukur harus diletakan pada daerah yang datar dan meniskus dibaca sejajar dengan mata.

2. Untuk mengukur volume larutan yang berwarna, Anda harus memperhatikan batas meniskus bagian atas. Gelas ukur harus diletakan di tempat datar dan membaca meniskus sejajar dengan mata.

3. Untuk mengukur volume raksa, Anda harus memperhatikan batas meniskus cembung yang dilihat sejajar dengan mata dan meletakan gelas ukur pada bidang yang rata.

Semakin jelas berbeda dengan gelas kimia bahwa gelas ukur bukan untuk melarutkan suatu zat. Juga bukan untuk mencampurkan dua zat. Gelas ukur digunakan untuk mengukur volume larutan.

Berbeda halnya dengan gelas ukur, gelas kimia atau yang familiar dengan sebutan beaker glass ini punya fungsi yang berbeda. Alat gelas kimia yang terbuat dari borosilikat biasa digunakan untuk melarutkan suatu zat, baik berupa zat padat maupun zat yang berbentuk cairan. Ada beberapa fungsi gelas kimia selain untuk menampung zat sementara, seperti untuk melarutkan, mengencerkan dan mencampurkan berbagai zat.

Pada gelas kimia memang terdapat garis-garis penanda volume dibagian luarnya. Namun skala tersebut tidak dapat digunakan sebagai patokan untuk menentukan jumlah zat yang ditambah atau dikurangi sebagaimana gelas ukur. Anda tetap harus menggunakan gelas ukur atau pipet ukur untuk menambahkan atau mengurangi zat yang akan dicampurkan pada wadah gelas kimia.

Baca : Ini Manfaat Posisi Tidur Menyamping Bagi Detoksifikasi Otak

Perbedaan Gelas Ukur dan Gelas Kimia

Gelas kimia biasa digunakan untuk bahan kimia yang bersifat korosif terbuat dari PTPE. Untuk mencegah terjadinya kontaminasi atau penguapan pada zat yang tengah ditampung dalam gelas kimia, Anda dapat menggunakan gelas arloji sebagai penutup.

Jadi, sudah sangat jelas perbedaan gelas ukur dan gelas kimia di laboratorium ‘kan. Gelas ukur sebagai alat ukur sedangkan gelas kimia adalah alat tampung. Penggunaan secara benar kedua gelas kimia ini akan sangat membantu Anda di laboratorium, karena kesalahan penggunaan gelas kimia atau beaker glass sebagai alat ukur tentu akan membuat volume hasil campuran menjadi tidak akurat.

 

Baca Juga:

5 Mitos Keliru Tentang Sains
Insomnia Bisa Sebabkan Sakit Mental?
WHO: Terbukti Virus Zika Sebabkan Gangguan Neurologis