Optimalisasi Penggunaan Rapid Test Kit Analisa Kimia Untuk Efisiensi Pengujian Untuk Laboratorium Industri

Rapid Test Kit

Perkembangan industri yang semakin pesat akan menghasilkan berbagai macam produk yang digunakan oleh masyarakat. Pada setiap proses produksi, fungsi kontrol kualitas adalah sesuatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Dalam suatu diagram proses produksi dari hulu sampai hilir, kontrol kualitas tersebut setidaknya mencakup tiga aspek. Kontrol kualitas yang pertama diperlukan untuk memastikan bahan baku dari suatu proses produksi memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Kedua, kontrol kualitas juga diperlukan untuk mengetahui produk yang dihasilkan memenuhi standar atau tidak. Terakhir, kontrol kualitas juga diperlukan untuk memastikan limbah sisa hasil produksi yang diolah memenuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah.

Produksi yang meningkat akan ikut meningkatkan frekuensi dalam melakukan analisa kimia sebagai suatu fungsi kontrol kualitas itu sendiri. Jika semakin banyak suatu laboratorium melakukan pengujian tentu akan dibutuhkan lebih banyak waktu, tenaga dan bahan-bahan kimia serta sumber daya lainnya untuk menghasilkan suatu data hasil analisa.

Baca : Alat Gelas Kimia dan Fungsinya di Laboratorium

Untuk melaksanakan pengujian kimia, suatu metode biasanya mengacu pada metode standar yang telah diakui seperti SNI, AOAC, dll. Namun beberapa waktu belakangan mulai populer penggunaan metode rapid test kit atau metode uji cepat sebagai salah satu solusi pengujian. Dalam penggunaannya metode rapid test kit dianggap memiliki beberapa kelebihan yaitu metode analisa yang lebih cepat. Hasil yang didapat langsung dalam satuan konsentrasi yang diinginkan, limbah yang dihasilkan lebih sedikit, dan preparasi sampel yang sederhana. Penggunaan rapid test kit tentu memiliki titik kritis yang perlu dipikirkan dan diatasi oleh pengguna. Hal ini dikarenakan reagen yang digunakan telah berbentuk gabungan dari beberapa pereaksi yang berada dalam satu kit, sehingga ketepatan volume maupun jumlah reagen tersebut tidak bisa dipastikan.

Optimalisasi Penggunaan Rapid Test Kit Analisa Kimia Untuk Efisiensi Pengujian Untuk Laboratorium Industri

Gambar 1. Pengujian Kimia Menggunakan Rapid Test Kit

Metode

Metode rapid test kit merupakan metode yang dikembangkan oleh pabrikan sehingga sesuai dengan penggunaan peralatan yang diproduksi oleh pabrikan. Untuk mengoptimalisasi penggunaan rapid test kit dalam pengujian kimia perlu dipastikan bahwa metode tersebut memang memiliki kehandalan dan kemampuan untuk digunakan dalam pengujian rutin sehari-hari. Kehandalan dan kemampuan metode tersebut bisa dilihat dari tingkat akurasi dan presisi yang dihasilkan oleh metode tersebut dalam menganalisis suatu analit dalam matriks sampel yang diuji. Berdasarkan SNI ISO/IEC 17025, untuk bisa mengetahui keandalan dan kemampuan metode tersebut perlu dilakukan validasi terhadap metode oleh laboratorium yang menggunakan metode rapid test tersebut. Parameter yang digunakan dalam validasi tersebut diantaranya ialah:

  1. Akurasi;
  2. Presisi;
  3. Limit Deteksi Metode (MDL);
  4. Limit Kuantisasi (LoQ);
  5. Linieritas

Akurasi adalah kesesuaian hasil uji yang didapat dari metode tersebut dengan nilai yang sebenarnya. Ddengan kata lain akurasi merupakan ukuran ketepatan dari hasil suatu metode analisis. Pengujian akurasi metode rapid test dapat dilakukan dengan menguji CRM (Certified reference Material) dengan matriks yang mirip dengan matriks sampel pengujian sehari-hari. Lalu membandingkan hasil yang diperoleh dengan nilai analit dalam sertifikat. Cara lain yang biasa digunakan ialah dengan menggunakan spike matriks (sampel yang diperkaya) dengan suatu standar tertentu yang diketahui konsentrasinya, nilai akurasi bisa diketahui dari nilai % Recovery yang diperoleh. Suatu metode dikatakan akurat apabila nilai recovery yang diperoleh memenuhi batas keberterimaan yang telah ditetapkan seperti tercantum dalam tabel di bawah ini:

Analit pada matriks sampel (%) Rata-rata yang diperoleh (%)
100 98-102
>10 98-102
>1 97-103
>0,1 95-105
0,01 90-107
0,001 90-107
0,0001 (1 ppm) 80-110
0,00001 (100 ppb) 80-110
0,000001 (10 ppb) 60-115
0,0000001 (1 ppb ) 40-120

Sumber : Harmita, 2004

Baca : Jenis-Jenis HPLC dan Aplikasinya dalam Analisis

Presisi merupakan nilai kemampuan keberulangan suatu metode, nilai presisi metode dapat dilakukan dengan menganalisis suatu sampel berulang kali dengan analis, hari atau laboratorium yang berbeda, kemudian dihutung nilai RSD nya dan dibandingkan dengan nilai batas keberterimaan yaitu 0,67 x CV Horwitz. Analisa sampel dengan Analis, hari atau laboratorium yang berbeda diperlukan untuk memastikan bahwa metode bisa dilakukan oleh analis yang berbeda, di hari yang berlainan ataupun oleh laboratorium yang berlainan. Limit Deteksi Metode, merupakan kemampuan dan keterbatasan suatu laboratorium dalam menerapkan suatu pengujian tertentu pada kadar rendah metode tersebut. Limit Kuantisasi merupakan nilai konsentrasi terendah yang dapat memberikan suatu kepercayaan dari suatu metode yang digunakan untuk menganalisa. MDL dan LoQ bisa diperoleh dari serangkaian pengulangan pengujian sampel dengan kadar analit yang sangat rendah yang diperkaya dengan standar tertentu sehingga dihasilkan signal yang lebih besar daripada blanko.

Optimalisasi Penggunaan Rapid Test Kit Analisa Kimia Untuk Efisiensi Pengujian Untuk Laboratorium Industri

Gambar 2. Spektrofotometer HACH salah satu contoh instrumen rapid test kit

Pengendalian Mutu

Selain dari validasi yang telah dilakukan, untuk bisa menjamin kualitas dari suatu data yang dihasilkan, perlu dirancang pengendalian mutu internal yang dilakukan metode yang menerapkan metode rapid test kit dalam pengujiannya. Pengendalian mutu yang dimaksud seperti, uji duplo untuk mengetahui kepresisian pengujian yang dilakukan, dan uji akurasi dengan spike matriks untuk mengetahui tingkat akurasinya. Uji presisi dan akurasi dilakukan pada setiap kali pengujian sampel atau setiap 10 % dari serangkaian sampel yang dianalisa dalam sekali pengujian. Uji CRM sebaiknya dilakukan secara berkala untuk mengetahui sejauh mana kompetensi analis dan kualitas peralatan serta metode yang digunakan di laboratorium tersebut. Metode rapid test kit yang telah tervalidasi dan terjamin kualitas datanya dapat digunakan secara optimal oleh laboratorium pengujian dengan sampel yang banyak dan sangat membantu dalam menghemat tenaga, waktu serta sumber daya dan limbah yang dihasilkan sehingga bisa dialihkan untuk hal-hal lain yang tentu saja pada akhirnya akan berdampak pada efisiensi perusahaan.

Baca Juga :

Aturan Keselamatan Kerja di Laboratorium
Simbol Tanda Bahaya Di Laboratorium
Mengenal HPLC dan Prinsip Kerjanya