Artikel Pilihan

Mengganti Kebiasaan Merokok Dengan Konsumsi Permen

Mengganti Kebiasaan Merokok Dengan Konsumsi Permen, Apakah lebih baik?

Merokok bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga merugikan orang lain yang menghirup asapnya. Berhenti merokok akan terasa sulit apalagi bagi yang sudah bertahun-tahun menjadi pecandu berat rokok. Bahkan sudah sejak lama para peneliti terus mencari cara terbaik untuk berhenti merokok menurut sains dan penelitian ilmiah lainnya.

Seorang pecandu yang akan berhenti merokok berhenti biasanya akan dipertemukan pada dua pilihan. Pilihan bertama adalah berhenti merokok secara langsung dan paksaan karena penyakitnya dan pilihan kedua adalah berhenti secara bertahap karena alasan keluarga misal seorang ayah ingin lebih dengan tidak menampakan prilaku merokok terhadap anaknya.

Pada prosesnya banyak juga pecandu rokok mengalihkan kebiasaannya dengan mengganti kebaiasaan merokoknya dengan mengkonsumsi permen hisap. Entah itu terjadi pada setiap orang namun fakta menunjukan bahwa kebiasaan mengkonsumsi permen juga sipatnya candu seperti rokok.

Perlu kita ketahui akta sains tentang efek berbahaya kebanyakan mengkonsumsi permen:

  • Gigi rusak

Saat makan Anda biasanya pasti mengunyahnya terlebih dahulu baru menelannya. Berbeda dengan permen, Anda akan menghisapnya tanpa henti. Akibatnya gigi Anda bermandikan gula dan tentu saja itu yang akan memicu kuman untuk lebih mudah berkembang biak. Lebih jauhnya lagi berakibat erosi enamel, penyakit gusi dan kerusakan gigi.

  • Menyebabkan obesitas

Meski permen itu makan yang berukuran kecil namun banyak sekali kandungan yang terdapat pada permen. Permen berisi kalori kosong yang bisa dicerna cepat dengan menggunakan mineral dalam tubuh Anda selama proses pencernaan. Permen juga tidak memiliki protein, lemak sehat, vitamin, mineral atau enzim. Sehingga tidak menutup kemungkinan mengunyak permen terus-menerus bisa membuat Anda gampang gemuk.

  • Insulin tidak bekerja dengan baik

Insulin adalah hormon yang memungkinkan glukosa (gula darah) untuk memasuki sel-sel dari aliran darah. Sehingga konsumsi permen dalam jangka lama dapat menyebabkan beberapa kondisi kesehatan seperti sindrom metabolik, obesitas, penyakit jantung, kanker, liver dan diabetes.

Selain beberapa efek yang disebutkan diatas mengkonsi banyak permen juga berakibat pada kecanduan.

Banner