Mengapa Kita Berjalan Melingkar Ketika Mata Ditutup?

Mengapa Kita Berjalan Melingkar Ketika Mata Ditutup?

Apabila kita menutup mata dan berjalan menuju satu tujuan yang berada lurus di depan kita, sangat besar kemungkinannya kita akan berjalan ke arah yang salah dan tidak mencapai tujuan. Lebih tepatnya, kita akan berjalan melingkar! Orang-orang yang tersesat di dalam kabut, hutan lebat, badai pasir atau badai salju sering berjalan dalam lingkaran dengan diameter sekitar 20 meter selama beberapa jam dengan bayangan bahwa mereka berjalan lurus.

Para saintis mulai mencari alasan mengapa kita tidak bisa berjalan lurus tanpa bantuan mata. Melalui serangkaian eksperimen dengan melibatkan subjek tes yang matanya ditutup, sekelompok peneliti dari Max Planck Institute for Biological Cybergenetics di Jerman telah menemukan beberapa penjelasan logis untuk fenomena ini. Alasan kita berjalan melingkar ketika mata tertutup tidak lain adalah tubuh kita yang tidak simetris. Artinya, tubuh bagian kiri tidak sama seimbang dengan tubuh bagian kanan. Apabila melihat cermin, kita bisa melihat bahwa kita memiliki bagian kanan wajah yang lebih berkembang dibanding bagian kiri. Sebagai contoh, pipi kanan mungkin lebih besar sementara mata, mulut, dan telinga pada bagian kiri lebih terlihat tirus.

Jantung berada di sebelah kiri dan hati berada di sebelah kanan tubuh kita. Kerangka tubuh kita juga tidak simetris. Tulang belakang tidak lurus sempurna. Paha dan telapak kaki pun tidak sama satu sama lainnya­. Semua ini menunjukkan bahwa struktur otot pada tubuh kita tidak simetris dan seimbang secara sempurna. Peneliti mengesampingkan kesalahan fisik acak, seperti pengukuran yang salah mengenai bagaimana kita perlu menggerakkan kaki untuk berjalan lurus. Faktor seperti ini mengakibatkan pejalan untuk bergerak maju dan mundur membentuk zigzag, bukan melingkar.

Karena otot pada tubuh sebelah kiri berbeda dengan sebelah kanan, cara berjalan kita pun akan berbeda dan berpengaruh pada pijakan yang kita lakukan. Ketika kita menutup mata, kendali terhadap langkah bergantung pada otot dan struktur tubuh kita. Salah satu sisi tubuh memaksa untuk bergerak ke satu arah, sehingga pada akhirnya kita berjalan dalam lintasan berbentuk lingkaran.

Baca juga : Otot Buatan yang Ringan dan Nyaman untuk Orang yang Memiliki Gangguan Mobilitas

Para peneliti percaya bahwa jalan yang melingkar disebabkan oleh perubahan perasaan pejalan. Dengan setiap langkah, penyimpangan kecil mungkin ditambahkan ke perasaan kognitif seseorang, dan penyimpangan tersebut akan terakumulasi untuk membuat seseorang berjalan melingkar membentuk lingkar lebih kecil seiring berjalannya waktu. Peningkatan lengkungan ini tidak terjadi ketika titik referensi eksternal dapat dilihat, lantaran hal tersebut dapat menyebabkan pejalan beberapa kali melakukan penyesuaian ulang dari arah jalannya. Sebagai contoh, ketika kita berjalan di jalan raya, keberadaan bangunan di dekat kita mencegah kita berjalan melengkung ke arah bangunan tersebut.

Hal ini berlaku tidak hanya untuk kaki kita, tetapi juga tangan. Telah dilakukan eksperimen di mana orang-orang yang matanya ditutup dan mencoba untuk mengendarai mobil pada garis lurus. Setelah sekitar 20 detik, tiap orang mulai keluar jalur. Oleh karena itu, penting untuk menjaga mata tetap terbuka ketika berjalan atau mengendarai mobil.

Hingga saat ini, belum ada yang yakin bagian mana dari tubuh kita yang mampu mengakumulasi penyimpangan-penyimpangan tersebut. Namun, seperti yang dijelaskan pada jurnal Experimental Brain Research yang dipublikasikan pada bulan Juli 2011, tim Max Planck berpikir bahwa bagian vestibular dari otak (menjaga keseimbangan) dan propioseptif (kesadaran) berkombinasi untuk mengatur dan memperbaharui gambaran spasial. Sistem vestibular di telinga bagian dalam juga mungkin tidak bekerja dengan baik tanpa bantuan mata. Sistem telinga bagian dalam tersebut telah diketahui memiliki beberapa kecenderungan, yakni salah satunya adalah orang-orang yang memiliki gangguan vestibular cukup parah akan mengalami kesulitan berjalan lurus pada kondisi normal sekali pun.

Sumber: someinterestingfacts.net