Kesehatan

Matahari Beracun? Kenali Gejalanya di Sini

Matahari Beracun?

Matahari adalah salah satu sumber kehidupan dan energi dalam kehidupan. Namun siapa kira bahwa matahari juga bisa menyebabkan keracunan. Matahari beracun? Yuk, kita bahas!

Mungkin paska beraktivitas seharian di luar ruangan membuat Anda merasakan perih akibat kulit merah terbakar matahari. Bisa jadi itu adalah tanda gejala Anda keracunan matahari.

Baca : 4 Tanaman Beracun yang Ada di Sekitar Kita

Keracunan matahari adalah reaksi alergi dan biasanya menimbulkan benjolan yang kadang terasa gatal. Nah, kulit kemerahan adalah salah satu gejala keracunan matahari atau dikenal dengan fotodermatitis.

Matahari Beracun? Kenali Gejalanya di Sini

“Keracunan matahari adalah reaksi alergi dan biasanya menghasilkan benjolan yang kadang terasa gatal. Gejala lainnya adalah demam, menggigil, mual, dan pusing,” kata Dr. Cybele Fishman, seorang dokter kulit bersertifikat di AS.

Perbedaan

Pada prinsipnya, keracunan matahari sama dengan terbakar matahari. Namun bedanya, menurut Dr. Cameron Rokhsar seorang profesor klinis dermatologi di Mount Sinai Hospital, keracunan matahari menunjukan gejala yang lebih parah seperti kulit kering atau berkerut dan bintik hitam kasar.

Lalu bagaimana cara terbaik agar terhindar dari keracunan atau terbakar matahari? Tentu hal yang perlu Anda lakukan adalah dengan melakukan perlindungan dan perawatan kulit dengan menggunakan tabir surya, payung atau menghabiskan waktu lebih sedikit di bawah sinar matahari.

Matahari Beracun? Kenali Gejalanya di Sini

“Pilih tabir surya yang mengandung setidaknya enam persen zinc oxide atau titanium dioxide. Keduanya tidak hanya memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB, tetapi juga merupakan mineral bagi kulit dan bukan bahan kimia sehingga tidak akan menyebabkan alergi,” ujar Dr. Fishman.

Namun jika Anda termasuk salah satu yang sudah terlanjur terkena racun matahari, ada beberapa pengobatan terbaik yang dianjurkan.

Baca : Bantu Keluarkan Ingus Balita Anda Dengan Terapi Uap Panas

“Ada beberapa penelitian yang mengungkap bahwa aspirin dan krim atau salep kortison (satu persen) dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit,” saran Dr. Rokhsar seperti yang LabSatu kutip dari National Geographic.

“Tapi jika kulit Anda melepuh dibarengi dengan rasa sakit atau lelah, Anda harus pergi ke dokter kulit sesegera mungkin,” tambahnya.

Selain itu, Dr. Fishman juga menyarankan jika rasa sakit kulit bisa ditoleransi, Anda bisa mengompres bagian yang terbakar dengan air atau susu dingin, rehidrasi tubuh Anda dengan minum cairan elektrolit dan menggunakan losion pelembab non-alergi dan tanpa pewangi, terutama pada luka bakarnya. Matahari beracun juga disebabkan bumi kita yang sudah rusak ini, Maka dari itu, kita harus menjaga bumi kita ini dengan lebih baik lagi. Sayangi bumi ^_^

 

Baca Juga :

8 Fakta Tentang Equinox
Apa Gas Sarin Itu Sebenarnya?
Rawat Kulit Dan Pencernaanmu dengan Arang Aktif
Banner