Banner
Ini Alasan Penerbangan Dilarang Dilakukan di sekitar Letusan Gunung !
Berita

Ini Alasan Penerbangan Dilarang Dilakukan di Sekitar Letusan Gunung !

Ini Alasan Penerbangan Dilarang Dilakukan di Sekitar Letusan Gunung !

Senin (19/2/2018), Gunung Sinabung di Kabupaten Karo kembali meletus. Pasca letusan tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) menaikkan status Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) dari oranye menjadi merah (Kompas.com). Hal itu berarti pesawat dilarang melintas di sekitar Gunung Sinabung karena sangat membahayakan. Lalu bagaimana letusan letusan gunung dapat membahayakan penerbangan?

Letusan gunung berapi tidak hanya menghasilkan lahar dan lava tetapi juga gas vulkanik, hujan abu dan juga awan panas. Awan panas dapat membahayakan bagi pesawat karena tidak hanya dapat mengurangi jarak pandang namun juga dapat merusak mesin pesawat. Selain itu, mesin radar pada pesawat pun tidak dapat membedakan awan panas dan awan biasa. Akibatnya awan panas sulit untuk dihindari oleh pesawat ketika melakukan penerbangan di sekitar kawasan letusan gunung berapi.

Tidak hanya awan panas, abu vulkanik hasil letusan gunung berapi pun juga dapat merusak mesin pesawat. Ketika abu vulkanik yang berukuran kecil seperti pasir atau bubuk bercampur dengan udara dan tersedot oleh mesin jet pesawat maka partikel abu itu pun langsung meleleh saat terpapar dengan suhu internal sebuah mesin jet dalam penerbangan (1.000 derajat Celsius). Partikel abu tersebut kemudian menempel pada baling-baling turbin, yang mengendalikan aliran udara dan menggunakan energinya untuk mendorong pesawat. Penumpukan partikel abu yang meleleh ini dapat menghentikan mesin sepenuhnya. Akibatnya pesawat pun tidak dapat terbang.

Selain berbahaya bagi pesawat, abu vulkanik juga berbahaya bagi manusia. Sebagian besar abu vulkanik mengandung senyawa silika yang mirip seperti pasir pantai. Abu vulkanik ini dapat terbawa angin hingga ribuan kilometer dari lokasi letusan. Semakin kecil partikelnya, maka akan semakin jauh angin akan membawanya.

Abu vulkanik yang terhirup oleh manusia dapat menyebabkan silikosis. Silikosis merupakan penyakit yang menyebabkan luka permanen pada paru-paru. Abu vulkanik tersebut juga dapat menyebabkan luka pada organ pencernaan apabila masuk ke dalam tubuh terbawa melalui air atau makanan yang kita konsumsi.

Sumber : 

livescience.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Banner
English English Indonesian Indonesian