Banner
perempuan-pms
Pojok Labsatu

Hati-Hati! Ini Daftar Pembalut dan Pantyliner Mengandung Zat Berbahaya!

Pembalut, siapa wanita yang tak mengenal dan bahkan tidak mengenakannya? Pembalut dengan suguhan aneka merek dan variasi ketebalan seolah sudah menjadi kebutuhan primer bagi kaum wanita.

Wanita dan pembalut seolah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Di tengah ‘ketergantungan’ ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengadakan sebuah penelitian tentang pembalut pada Desember 2014 hingga Januari 2015 lalu.

Menurut Elmart C. F dalam bukunya yang berjudul “Mahir Menjaga Organ Intim Waita”, menyatakan bahwa bahan pembalut yang banyak beredar dipasaran sangat berbahaya untuk kesehatan, bahkan setelah diamati lebih dalam bahan dasarnya tidak 100% kapas murni tetapi terdiri dari campuran bubuk kayu dan limbah pakaian yang mengandung klorin.

Dari pengambilan sampel yang dilakukan pada sejumlah toko retail dan minimarket, YLKI menemukan bahwa 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner yang dijual di Indonesia mengandung klorin. YLKI mengaku bahwa sudah melakukan pengujian di laboratorium independen yang terakreditasi.

“Dari 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner, semua mengandung klorin dengan rentang 5-55 ppm (part per million)”
– Ilyani S Adang (YLKI)

Kadar klorin terbanyak sebesar 54,73 ppm ditemukan pada pembalut merek CHARM buatan PT Uni-Charm Indonesia. Sedangkan untuk pantyliner, kadar tertinggi ditemukan pada merek V Class buatan PT Softex Indonesia yaitu sebanyak 14,68 ppm.

Adapun temuan YLKI pada 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner adalah sebagai berikut:

Pembalut:
1. CHARM, PT Uni Charm Indonesia, klorin 54,73 ppm
2. Nina Anion, PT Panca Talentamas, klorin 39,2 ppm
3. My Lady, PT Sehat Anugerah Perhasa, klorin 24,44 ppm
4. VClass Ultra, PT Softex Indonesia, klorin 17,74 ppm
5. Kotex, PT Kimberly Clark Indonesia, klorin 8,23 ppm
6. Hers Protex, PT Multi Duta Utari, klorin 7,93 ppm
7. LAURIER, PT KAO Indonesia, klorin 7,77 ppm
8. Softex, PT Softex Indonesia, klorin 7,3 ppm
9. Sotness Standard Jumbo Pack, klorin 6,05 ppm

Baca Juga: Lekas Lakukan Deteksi Dini Kanker Serviks, Sebelum Rahim Kamu Jadi Taruhannya

Pantyliner:
1. V Class, PT Softex Indonesia, klorin 14,68 ppm
2. Pure Style, PT Uni Charm Indonesia, klorin 10,22 ppm
3. My Lady, PT Sehat Anugerah Perkasa, klorin 9,76 ppm
4. KOTEX Fresh Liners, PT Kimberly Clark Indonesia, klorin 9,66 ppm
5. Softness Panty Shields, PT Softness Indonesia Indah, klorin 9,00 ppm
6. CareFree superdry, Johnson & Johnson Indonesia, klorin 7,58 ppm
7. LAURIER Active Fit, PT KAO Indonesia, klorin 5,87 ppm(up/vit)

YLKI mengklaim telah mengirimkan temuan ini kepada para produsen. Dari surat tanggapan yang masuk, beberapa produsen mengaku tidak tahu karena bahan yang digunakan merupakan bahan impor.

Tulus Abadi, Ketua Harian YLKI menyebut SNI (Standar Nasional Indonesia) memang tidak mengatur bahwa produk-produk tersebut harus bebas klorin. Oleh karenanya, YLKI mendorong SNI agar segera mengaturnya karena klorin punya dampak negatif bagi kesehatan organ reproduksi perempuan.

Harusnya, pembalut wanita yang beredar memiliki komposisi yang berlandaskan SNI 16-6363-2000, yaitu terdiri dari kapas serap, kertas serap, katun serap rayon, katun olah natrium karboksimetilselulose, pulpa jonjot, kasa.

Menurut Achmad Hasan dari P3 Teknologi Konversi dan Konservasi Energi Deputi Teknologi Informasi, Energi, Material dan Lingkungan, Badan Pengajian dan Penerapan Teknologi dalam jurnalnya yang berjudul “Dampak Penggunaan Klorin’ menyebutkan bahwa dampak penggunaan produk atau benda yang mengandung klorin berdampak pada kesehatan dan lingkungan.

Menurut Hasan, pengaruh klorin terhadap kesehatan (terutama senyawa insektisida organoklorin) akan berakibat pada gangguan kekebalan tubuh, pencernaan, sistem saraf, sistem reproduksi, dapat menyebabkan kanker serta merusak hati dan ginjal.

Apalagi jika temuan klorin tersebut ada dalam pembalut dan pantyliner tentu akan berisiko tinggi terhadap kesehatan reproduksi wanita, termasuk resiko adanya keputihan, gatal – gatal, iritasi dan menyebabkan kanker.

 

Banner