Gaya Hidup Sehat

Benarkah Shisha Disebut lebih Aman Dari Rokok?

Ungkap Fakta Sain : Benarkah Shisha Disebut lebih Aman Dari Rokok?

Banyak yang menyebutkan menghisap Shisha lebih baik dan lebih aman. Di Indonesia rokok ada di mana-mana, dijual di warung sampai restoran. Anehnya sudah tahu merokok itu bahaya, tapi masih saja banyak yang melakukannya. Begitupula dengan Shisha yang juga banyak di gemari khusunya bagi para pemuda entah itu sebagai pelengkap nongkrong ataupun sekedar hobi.

Pembahasan kali ini menarik yaitu apakah menghisap shisha lebih aman dari menghisap rokok?

Shisha sebenarnya sama dengan merokok tembakau. Hanya saja, shisha menggunakan pipa panjang yang dilengkapi tabung dan perapian di bagian atasnya untuk pembakaran. Selain itu, perbedaan lainnya dengan rokok adalah shisha menggunakan perasa tambahan, seperti gula dari buah apel, mangga, stroberi, kopi, dan mint. Ini menjadikan asap shisha lebih beraroma aromatik ketimbang asap rokok yang membuat seseorang batuk-batuk.

Mengapa masih banyak yang mengira bahwa shisha lebih aman? Hal ini disebabkan oleh shisha yang dilengkapi dengan air untuk menghasilkan asapnya. Air itu “katanya” dapat menyerap nikotin hasil pembakaran tembakau. Padahal pendapat ini keliru dan perlu diluruskan. Meski air dapat menyerap nikotin, jumlah yang diserap tidaklah seluruhnya. Artinya, nikotin tetap akan masuk ke tubuh dan dapat mengakibatkan candu.

Asap pembakaran yang wangi itu juga tetap tetap mengandung tar, karbon monoksida, dan arsenik yang bisa merusak kesehatan. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa mengisap shisha bukanlah alternatif untuk berhenti merokok. Keduanya, sama-sama memberikan efek negatif bagi tubuh.

Fakta Sihsha

Sebuah studi yang di lakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika (CDC) menggunakan tembakau untuk merokok maupun shisha berisiko serius bagi kesehatan. Diantaranya beberapa efek samping yang dapat di timbulkan oleh shisha  diantarnya :

  • Kanker

Asap pembakaran tembakau shisha mengandung zat berbahaya yang bisa menyebabkan kanker paru. Selain itu, tambahan perasa dari shisha juga dapat memicu iritasi mulut dan kanker mulut di kemudian hari.

  • Penyakit jantung

Zat beracun dari asap shisha dapat menyumbat pembuluh darah sehingga menyebabkan penyakit jantung.

  • Masalah pernapasan

Samahalnya dengan asap rokok bila asap shisha dihirup ibu hamil, anak yang dilahirkan berisiko tinggi memiliki penyakit pernapasan dan lahir dengan berat badan rendah.

Nah, dari penjelasan diatas apakah Anda masih mau menyetujui pendapat bahwa shisha aman? Yuk tetap sehat.

Baca Juga :

Mengganti Kebiasaan Merokok Dengan Konsumsi Permen

Bahaya meminum teh panas bagi perokok

Banner