Banner
Belajar Sains Lebih Menyenangkan dengan Augmented Reality (AR )
Sains

Belajar Sains Lebih Menyenangkan dengan Augmented Reality (AR)

Belajar Sains Lebih Menyenangkan dengan Augmented Reality (AR)

Kebanyakan dari kita pasti sudah tidak asing lagi dengan permainan Pokemon Go yang sempat fenomenal beberapa waktu lalu. Permainan itu mampu memuncaki urutan game pada Juli 2016. Selain itu,  Pokemon Go juga berhasil merangkul pemain muda dan juga tua. Bahkan sempat ada larangan untuk memainkan permainan itu bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah instansi pemerintahan. Game ini mampu mendorong para pemainnya untuk rajin beraktivitas di luar untuk mencari Pokemon yang tersebar di peta nyata secara real time. Hal yang membuat Pokemon Go istimewa karena menggunakan teknologi augmented reality ( AR ).

AR adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut secara realitas dalam waktu nyata. Teknologi AR membuat batasan antara dunia maya dengan dunia nyata menjadi sangat tipis. Teknologi AR ini dapat menyisipkan suatu informasi tertentu ke dalam dunia maya dan menampilkannya di dunia nyata dengan bantuan perlengkapan seperti webcam, komputer, HP Android, maupun kacamata khusus.Jika digunakan dalam proses pembelajaran, AR dapat meningkatkan ketertarikan, daya nalar dan imajinasi siswa untuk belajar terutama untuk mata pelajaran sains yang sering dianggap sulit.

Konsep ilmiah sains yang sulit dan abstrak dapat disimulasikan dengan menggabungkan objek maya dan nyata melalui permainan dengan teknologi AR. Selain itu, kurangnya motivasi dan relevansi dunia nyata telah diidentifikasi sebagai alasan rendahnya minat sains di kalangan anak-anak. Pembelajaran berbasis game dan story telling dengan teknologi AR adalah metode pembelajaran yang mampu memberikan motivasi intrinsik dalam belajar.

Melalui teknologi AR hampir semua indera, termasuk pendengaran, sentuhan, dan penglihatan terlibat dalam proses pembelajaran. Semakin banyak kita berinteraksi dengan materi pembelajaran maka semakin besar kemampuan kita untuk mengingat materi pembelajaran tersebut. Selain itu, melalui permainan edukatif secara tidak langsung, anak-anak akan menerima materi pembelajaran yang terdapat dalam permainan tersebut. Melalui AR kini kita dapat mengajarkan sains kepada anak-anak dengan dengan lebih mudah, menarik, dan menyenangkan.

Sumber :

J Education Tech Research Dev. DOI 10.1007/s11423-015-9419-0

 

 

 

Banner
id Indonesian
X