Banner
Autoclave-lab
Jurnal

Bagian-Bagian Autoclave dan Fungsinya

Bagian-bagian autoclave

Terdapat beberapa bagian-bagian autoclave beserta fungsinya yang perlu Anda ketahui. Meskipun demikian, berbeda jenis autoclave memiliki bagian yang berbeda pula. Untuk itu, ada baiknya Kita membahas tipe atau jenis-jenis autoclave terlebih dahulu. Sebelum membaca lebih jauh tentang jenis-jenis autoclave, Anda bisa kembali mereview tentang Alat Sterilisasi Autoclave agar pembahasan Kita dapat lebih komprehensif.

Baca : Alat Sterilisasi Autoclave
Bagian-Bagian Autoclave dan Fungsinya

Contoh Autoclave

Setidaknya, ada tiga jenis autoclave yang diklasifikasikan berdasarkan pada perbedaan dalam proses menghilangkan udara dalam autoclave selama proses sterilisasi.

 

Gravity Displacement Autoclave

Jenis autoclave yang satu ini merupakan standar dan paling umum dari mesin autoclave. Jenis autoclave yang dapat bekerja pada cakupan suhu antara 121-134 °C dan waktu 10-30 menit ini, melakukan pemindahan udara dalam ruang autoclave didasarkan pada gravitasi. Prinsip dasarnya, jenis autoclave ini adalah memanfaatkan perbedaan massa jenis antara uap dibandingkan dengan udara. Uap mengandung H2O dalam bentuk gas, sedangkan udara terdiri dari berbagai kandungan material semisal CO2, H2O dan sebagainya.

Cara kerja jenis autoclave ini dimulai dengan memasukan uap melalui bagian atas autoclave. Proses ini menyebabkan udara tertekan ke dasar. Setelah uap semakin banyak dan menekan udara makin ke dasar, kemudian udara akan keluar melalui suatu saluran yang ada dibagian bawah autoclave. Proses ini menyebabkan peningkatan suhu dan terjadilah proses sterilisasi.

Prevacuum atau High Vacuum Autoclave

Autoclave jenis ini dilengkapi dengan sebuah pompa yang berfungsi untuk mengevakuasi sebagian besar udara dari dalam autoclave. Proses pengeluaran udara yang dimaksudkan untuk menciptakan keadaan vakum ini berlangsung selama 8-10 menit. Setelah kondisi vakum didapatkan, maka uap mulai diinfiltrasi ke dalam autoclave.

Kevakuman udara dan pengisian uap akan langsung bersentuhan dengan seluruh permukaan benda yang ada dalam autoclave yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan suhu dan terjadinya proses sterilisasi. Berbeda dengan jenis autoclave kebanyakan, pada Prevacuum atau High Vacuum Autoclave bekerja pada suhu 132-135 °C dengan rentang waktu 3-4 menit.

Steam-Flush Pressure-Pulse Autoclave

Pada prinsipnya, jenis autoclave ini menggunakan uap dan dorongan tekanan di atas tekanan atmosfer dengan rangkaian yang berulang. Waktu yang dibutuhkan dalam proses sterilisasi dengan autoclave ini bergantung pada jenis benda yang akan disterilkan.

Bagian-Bagian Autoclave dan Fungsinya

Pada dasarnya, bagian-bagian autoclave berbeda-beda berdasarkan jenis atau tipe autoclavenya. Kita akan membahas bagian-bagian autoclave dan fungsinya secara umum.

Bagian-Bagian Autoclave dan Fungsinya

Jenis Autoclave

1. Tombol pengatur waktu (timer)

Autoclave tertentu dilengkapi dengan timer yang berfungsi untuk mengatur waktu lama atau sebentarnya proses sterilisasi, sesuai dengan kebutuhan/penggunaan yang dibutuhkan. Berbeda dengan autoclave sederhana yang masih menggunakan bantuan pemanasan air dengan kompor bukan listrik. Autoclave sederhana tersebut tidak dilengkapi dengan timer.

2.    Katup uap

Meskipun termasuk bagian kecil dari keseluruhan bagian autoclave, namun katup uap merupakan salah satu komponen yang penting dan berfungsi sebagai tempat keluarnya uap air.

3.     Pengukur tekanan

Jika ingin mengetahui nilai tekanan uap yang berada dalam autoclave, Anda dapat melihat pada bagian ini. Pengukur tekanan berfungsi untuk mengetahui besar tekanan uap yang ada dalam autoclave saat proses sterilisasi tengah berlangsung.

4.     Katup pengamanan

Katup pengaman berfungsi sebagai penahan atau pengunci penutup autoclave.

Baca : Ini Dia, Jenis Laboratorium Yang Wajib Anda Ketahui
Bagian-Bagian Autoclave dan Fungsinya

Bagan Autoclave

5.     Tombol on/off

Jika Anda menggunakan autoclave yang menggunakan sumber energi listrik, maka keberadaan tombol ini sangat berandil besar. Karena tombol ini berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan mesin autoclave.

6.     Termometer

Biasanya, pada proses sterilisasi membutuhkan suhu yang berbeda bergantung pada bahan atau alat yang Anda sterilkan. Termometer merupakan komponen yang berfungsi untuk mengetahui dan mengamati suhu yang dibutuhkan. Apakah sudah sesuai dengan suhu yang Anda butuhkan atau belum.

7.     Lempeng sumber panas

Bagian ini adalah komponen yang akan membantu perubahan energi listrik menjadi energi kalor. Lempeng sumber panas atau heater ini terbuat dari kumparan/lilitan kawat tembaga yang jika dialiri arus listrik akan menghasilkan energi panas.

8.      Skrup pengamanan

Skrup pengaman sangat dibutuhkan untuk menjaga besaran dan tekanan uap yang ada dalam autoclave. Pastikan skrup pengaman ini terpasang dengan baik dan rapat.

9.   Angsa

Pada autoclave yang menggunakan energi listrik, Anda akan menemukan angsa yang berfungsi sebagai batas penambahan air. Sedangkan pada autoclave yang menggunakan energi panas dari kompor atau pemanas konvensional lainnya, Anda akan menemukan almunium container yang berfungsi untuk meletakan berbagai bahan atau alat yang hendak Anda sterilisasikan.

Selain keterangan komponen di atas, autoclave juga memiliki komponen lain seperti pompa vacum yang berfungsi untuk menghisap udara atau uap campuran dari ruang sterilisasi (chamber) autoclave.

 

Baca Juga:

Sel Punca Pertama Indonesia Bersiap Diujikan pada Manusia
5 Tips Cara Menggunakan Biosafety Cabinet
Perbedaan Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif
Banner